Setiap langkah di panggung Dangdut Academy 8 membawa cerita tersendiri bagi Syafiq. Bukan sekadar mengejar gelar juara, perjalanan ini telah mengubah dirinya dari dalam. Mental yang dulunya masih labil, kini mulai terbentuk kuat seiring berjalannya kompetisi.

Perubahan yang Terasa Nyata

Syafiq mengaku bahwa perubahan paling signifikan yang ia rasakan adalah pada aspek mental. "Alhamdulillah, mental saya sekarang jauh lebih terbentuk. Vokal juga dilatih agar lebih khas dangdut, teknik diperbaiki, dan yang paling penting adalah attitude," ujarnya saat ditemui di Studio Emtek Indosiar. Menurutnya, masa karantina memberikan banyak bekal berharga, tidak hanya soal menyanyi, tetapi juga bagaimana bersikap sebagai seorang entertainer.

Persaingan di Grup Neraka

Meski mental sudah terlatih, Syafiq tidak memungkiri rasa gugup saat tampil di babak Top 37. Ia menyebut grupnya sebagai 'grup neraka' karena berisi peserta-peserta dengan kemampuan akademis yang mumpuni. "Perasaan saya deg-degan banget, karena grup ini penuh dengan akademia yang hebat," ungkapnya. Ketegangan itu justru menjadi pemantik semangatnya untuk tampil maksimal.

Penampilan yang Menuai Pujian

Hasil latihan kerasnya membuahkan hasil manis. Penampilan duet Syafiq bersama Bhita membawakan lagu "Aku Rindu Padamu" berhasil mendapatkan tiga standing ovation dari para juri. Tak berhenti di situ, aksi solonya dengan lagu "Resesi Dunia" juga meraih dua standing ovation. Kombinasi dua penampilan tersebut mengantarkan Syafiq melaju ke babak selanjutnya. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan pembentukan mental yang matang membawa hasil positif di panggung D'Academy 8.

Reporter: Hestia Ramadhani